Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta Krisis Air Bersih
22 September 2026 15:02
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Edy Pratowo
"Kondisi yang sangat panas dan kering membuat puntung rokok yang dibuang sembarangan pun berpotensi mengakibatkan kebakaran,”
TAMIANG LAYANG- Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Edy Pratowo, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.
Edy mengatakan, kondisi kemarau tahun ini diperkirakan tidak berlangsung sepanjang tahun-tahun sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena disertai fenomena El Nino yang dapat meningkatkan suhu dan memperbesar risiko kekeringan.
“Musim kemarau tahun ini mungkin pendek, tetapi dibarengi atau diikuti adanya El Nino. Kondisi ini menyebabkan cuaca panas dan udara panas sehingga menambah dampak kekeringan,” kata Wagub Edy Pratowo disela menyalurkan bantuan karhutla bagi masyarakat Barito Timur, di GPU Mantawara Tamiang Layang, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah lokasi lain, di antaranya SDN Rodok Desa Rodok, Kantor Kecamatan Paku, GPU Desa Dayu, GPU Ampah, dan SMAN Bambulung.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Timur, M. Yamin, unsur forkopimda, berberapa kepala OPD lingkup Pemprov Kalteng dan Kabupaten Barito Timur, para asisten, camat, dan ratusan masyarakat.
Menurut Edy, kondisi kering membuat sungai, lahan, dan tumbuhan mengalami kekeringan sehingga lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
“Kondisi yang sangat panas dan kering membuat puntung rokok yang dibuang sembarangan pun berpotensi mengakibatkan kebakaran,” ujarnya.
Edy menambahkan, pemerintah bersama TNI, Polri, relawan, Manggala Agni, mahasiswa, pelajar, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman karhutla.
Ia menyebut, bahwa sekitar 10 ribu tenaga sukarela turut terlibat dalam penanganan kebakaran di wilayah Kalteng. Upaya tersebut, kata dia, dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi bersama jajaran terkait.
Selain penanganan karhutla, pemerintah juga mengambil langkah untuk mengatasi dampak kekeringan dan krisis air bersih. Bantuan dari pemerintah pusat antara lain berupa kendaraan pemadam kebakaran serta pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah.
“Selain itu, ada penyaluran air bersih. Saat ini hampir dua juta liter air sudah dibagikan kepada masyarakat,” kata Edy.
Ia menjelaskan, kondisi kekeringan juga berdampak terhadap sejumlah wilayah yang berada dekat pesisir, termasuk Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Intrusi air laut menyebabkan air menjadi asin sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau air sudah sangat asin, digunakan untuk mandi tidak bisa, apalagi untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap produksi air bersih karena sumber air baku mengalami peningkatan kadar garam. Karena itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui distribusi air bersih dan pemanfaatan sumber air alternatif, termasuk sumur bor.
Edy juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mencegah agar api tidak meluas apabila terjadi kebakaran.
“Kalau kita sudah bahu-membahu, kita harapkan masyarakat juga membantu menjaga supaya kebakaran hutan dan lahan tidak menyebar,” katanya.
Selain upaya teknis di lapangan, Edy mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan bermunajat agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dapat berakhir.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas dan berasap. Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta memperbanyak konsumsi air mineral guna mencegah dehidrasi.
“Kalau keluar rumah, gunakan masker. Kemudian sering-sering mengonsumsi air mineral dan banyak minum supaya tidak terjadi dehidrasi,” pesannya.
Menurut Edy, kondisi kabut asap juga berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan selama musim kemarau dan karhutla masih terjadi.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta seluruh unsur terkait dalam menangani dampak kemarau, karhutla, dan kebutuhan air bersih di masyarakat. (zi/jp).
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
Home » advertorial » Wagub Kalteng : Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Karhutla serta...
No posts found
LIHAT LEBIH BANYAK
ADVERTORIAL
ZONA EKONOMI
HUKUM & KRIMINAL
LENSA JURNALIS
INFO GRAFIK
INFO BANUA
PELUANG BISNIS
Tanah Dijual
Minat Hubungi 0813-5022-1038
Sewa Mobil
Aman - Nyaman
Sewa Toko
Lokasi Strategis
24/7 Dedicated Support
Each and every one of our customers receives personalised assistance from our dedicated support team.




